Belajar Kelola Wisata Sungai Dari Banjarmasin

Pasar Apung di Sungai Martapura

BANYUMASEKSPRES.com- Kota seribu sungai, itulah sebutan yang disematkan untuk kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Kota seluas 98,46 Km, atau 0,26% persen dari total luas Kalsel ini, berada dibawah permukaan laut 0,16 m dpl. Secara keseluruhan Banjarmasin memiliki 102 ruas sungai, mulai dari sungai kecil, sedang dan besar.

Ada tiga sungai besar yang memiliki lebar lebih dari 50 meter. Sungai tersebut yakni , Sungai Barito, Sungai Martapura, dan Sungai Alalang.

Sejarah mencatat awal mula kota Banjarmasin memang berasal dari tepian sungai sekitar tahun 1.526. Kini Banjarmasin memasuki hari jadi yang ke 493 tahun.

Faktor kesejarahan yang kuat menjadikan masyarakat Banjarmasin tak bisa lepas dari sungai. Sungai adalah urat nadi kehidupan, disisi lain sungai adalah masa depan bagi warga Banjarmasin.

Seiring waktu banyak pendatang yang mengunjungi Banjarmasin, baik untuk mengenal budaya maupun menikmati keindahan alamnya.

Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata kota Banjarmasin, Khuzaimi mengatakan, secara keseluruhan ada 46 titik wisata di Banjarmasin. Dari jumlah itu 36 diantara adalah wisata susur sungai.

” Ada tempat-tempat menarik yangg bisa dikunjungi, pasar apung, sentra pembuatan perahu tradisional, hingga sentra kain sasirangan khas Banjarmasin,” ujanya menjelaskan, saat menerima kunjungan kerja dari rombongan DPRD Banyumas beserta Dinas Pariwisata, Bapeda dan awak media dari Banyumas.

Jasa perahu semuanya milik warga, awalnya tidak ada rute maupun standar harga yang jelas. Kemudian dinas membuat aturan terkait harga dan rute.

Susur sungai yang paling banyak diminati yakni menggunakan perahu tradisional atau klotok. Harganya juga cukup terjangkau, hanya Rp 5000/ orang.

Tahun lalu, jumlah total pengunjung susur sungai sebanyak, 739.000 orang. Selain itu Banjarmasin juga menyelenggarakan festival Tanglong atau festival jukung hias yang diikuti 33 provinsi dari seluruh Indonesia. ” Festival tersebut mampu mendatangkan sedikitnya 50 ribu pengunjung, ” Ujar Khuzaimi menambahkan.

Selain wisata susur sungai adapula wisata ke kepulauan yang masih perawan. Pulau tersebut dihuni ribuan kera. Wisata lainnya yakni petik buah rambutan, jeruk, dan semangka perkebunan, sesuai dengan musim yang sedang berlangsung.

 

Pasar Apung Lok Baintan Martapura

Inspirasi Wisata Sungai Banjarmasin dijadikan Bahan Pembelajaran Pengelolaan Sungai Serayu

Meski tak sebanyak sungai seperti di Banjarmasin, Kabupaten Banyumas juga memiliki sungai kebanggaan, yakni sungai Serayu.

Serayu bisa juga berasal dari kata Rahayu yang artinya kesejahteraan. Ya Gunung Slamet dan Sungai Serayu adalah ikon yang memiliki makna keselamatan dan kesejahteraan.

Kepala Bapeda Banyumas Purwadi mengungkapkan, perlu pengembangan wisata yang mengangkat unggulan dari masing2 wilayah. Menurut one distric one destination bisa mengangkat potensi wisata di Banyumas.

Terkait sungai serayu, karena sungai saat ini masih dipegang wewenang pusat, maka yang perlu dibangun adalah wisata dukungan di sekitar sungai Serayu.

” Disekitar Serayu bisa dibangun joging track, ataupun spot lain yang mendukung kegiatan wisata,” ungkapnya.

Sementara itu Yoga Sugama anggota DPRD dari Gerindra mengungkapkan, yang perlu dipertimbangkan yakni multiple effect dari kegiatan wisata, sehingga perlu kerjasama yang sinergis antar SKPD.

Ia mencontohkan, wisatawan yang melakukan susur sungai d Banjarmasin tidak dipungut retribusi, tetapi dari kunjungan tersebut hotel dan restoran bisa memperoleh pendapatan.

Mukorobin dari RRI Purwakerto mengungkapkan, wisata sungai juga bisa didukung dengan peket wisata lain, seperti musik, kuliner, hingga pertunjukan seni.

Sungai Serayu Bisa Direvitalisasi Untuk Destinasi Wisata

PEMKAB dan DPRD Banyumas siap bersama-sama merevitalisasi Sungai Serayu untuk tujuan pariwisata.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Asis Kusumandani mengatakan pihaknya bakal merevitalisasi Sungai Serayu untuk pariwisata.

“Kami belajar ke Banjarmasin sebagai kota wisata sungai. Karena di Banjarmasin ada 36 destinasi wisata sungai yang telah dikembangkan dan telah mendatangkan pendapatan daerah,” kata Asis.

Dijelaskan oleh Asis, sebetulnya sudah ada ide pengembangan wisata Sungai Serayu dengan nama Serayu River Voyage.

“Pengembangan telah dilaksanakan sejak 2010 lalu. Tetapi masih ada kendala terutama izin. Dari Banjarmasin, kami belajar mengenai izin wisata sungai dan saya dengar ada kerja sama dengan balai besar sungai dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia mengatakan salah satu yang dapat dikembangan untuk wisata Sungai Serayu adalah susur sungai dengan perahu hias.

“Arus Sungai Serayu dan pemandangan di sepanjang sungai sangat menarik dan dapat menarik minat wisatawan,” jelas dia. ( saw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *